( Aktivis hukum sekaligus pengacara dari Ratu Adil, dan Ketua Ormas LMPI Marcab Kuningan, penuhi panggilan unit Tipiter Polres Kuningan untuk berikan kesaksian, terkait laporan dugaan adanya kasus ileggal logging di beberapa wilayah kawasan hutan lindung di Kuningan."
7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, ANCARAN KOTA, - Adanya laporan warga soal adanya dugaan kasus ilegal logging atau pencurian kayu/pembalakan liar di beberapa lokasi kawasan hutan lindung milik Perhutani.
Pasalnya nyaris hampir tiap malam, sekira pukul 20:00wib sd 21:00wib, sering terlihat 2 atau 3 kendaraan jenis truck diesel berplat nomor beda-beda wara-wiri keluar masuk ke margamukti, Desa Cimulya, Kecamatan Cibereum Kuningan, yang memang masuk kedalam kawasan hutan lindung, dan hal tersebut, acap kali sering terlihat, ada beberapa orang yang diduga sedang lakukan kegiatan memuat/angkut gelondongan kayu kedalam truck, untuk di bawa entah kemana.
Hingga warga warga Desa Cimulya Kecamatan Cibereum menjadi resah, dengan kerap adanya kegiatan tersebut, yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak di kenal. Dari situlah yang pada akhirnya berhembus kabar adanya kasus dugaan pembalakan liar yang dilakukan para oknum dan timbul adanya aduan warga masyarakat Desa sekitar pada salah satu Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih Indonesia ( Ormas LMPI - red ) Kab Kuningan, serta ke beberapa aktivis sosial dan lingkungan hidup, hingga ada laporan unit Tipiter
Polres yang bermarkas di jalan raya Ancaran.
Dalam berapa bulan terkahir pada bulan Maret, April, Mei, hingga Juni 2026, banyak laporan yang menyebutkan aktivitas pengangkutan sangat sering terjadi pada malam hari, bahkan nyaris setiap malam atau hampir setiap hari.
"Kalau adanya kegiatan tersebut dilakukan pagi hari sampai.sore jam 19:00wib, hal yang wajar, namun jika sudah dilakukan malam hari secara terus menerus,.ya, hal tidak.wajar dan pada akhirnya timbul banyak kecurigaan serta praduga lainnya. Alasan utama memilih malam hari, untuk menghindari pengawasan warga, petugas, serta menghindari banyak pertanyaan dan hal lainnya.
Dan waktu dan pola aktifitasnya memang sering bergerak, mulai pukul 20.00 malam hingga dini hari sekitar pukul 03.00–04.00 pagi. Terutama pada malam hari yang gelap atau saat bulan tidak terang." Terang Ketua Ormas LMPI Kuningan, yang akrab di sapa Ujang Jenggo tersebut, pada beberapa awak media, dan 7detik.com, Rabu sore tadi, ( 22/07/26.)
( Ketua LMPI Marcab Kuningan, usai berikan kesaksian terkait adanya laporan Ke Polres Kuningan, soal Kasus Dugaan Ilegal Logging.)
Memang untuk intensitas tinggi pada Maret–Juni, lalulalang kendaraan berat jenis truck yang dikhususkan untuk mengangkut beban berat, nah, pada bulan-bulan inilah jalan tanah biasanya lebih kering. Sehingga kendaraan lebih mudah lewat, sehingga aktivitas pengangkutan makin sering terjadi. Masih kata Ujang menambahkan.
Dan warga masyarakat sekitar Desa tersebut, dan warga daei Kecamatan Cibereum, mengatakan juga mengadukan hal ini, mereka bicara, nyaris setiap hari/malam, aktifitas ini berjalan leluasa. Namun bukan berarti 100% tanpa putus, namun sangat sering, hampir setiap malam atau selang sehari sekali, sehingga warga merasa seolah-olah berlangsung terus-menerus. Ungkapnya menceritakan.
"Ya, pada beberapa hari waktu lalu, ada beberapa aktivis, baik sosial, hukum dan penulis, juga kader dari Ormas LMPI, dan juga diri saya, di panggil atau di undang pihak kepolisian, khususnya Unit Tipiter Polres untuk berikan kesaksian, soal adanya kasus dugaan pencurian kayu, yang dilakukan oleh para oknum, dan juga hal ini, selain sudah kita lakukan investigasi dan merekam semua kejadian aktifitas yang di duga ilegal tersebut ke Polisi, hal ini juga sudah kami adukan ke pihak Perhutani atau KPH Kuningan, namun hal tersebut dianggap biasa dan tidak ada tindak lanjutnya." Tandasnya.
Dan patut bersama kita ketahui, informasi yang beredar luas terkait dugaan pencurian kayu dan yang 7detik.com dapatkan, ternyata adanya kasus dugaan pembalakan liar tersebut, yang di duga dilakukan oleh pihak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ironisnya ternyata di duga ada keterlibatan para oknum dari beberapa pihak tertentu, serta ada dugaan kuat penebangan ilegal tersebut ada keterlibatan oknum perhutani dan oknum instansi tertentu.
( Jhn/Ry/Redaksi 7detik.com)