Tersulut Emosi, Bom Rakitan Milik, Eks Narapidana Teroris Asal Tasikmalaya di Ledakan

( Area di mana bom rakitan yang diledakan oleh eks Napiter Tasikmalaya, di Tasikmalaya Jabar.)




7DETIKDOTCOM, KABUPATEN TASIKMALAYA, JAWA BARAT, KOTA TASIK, - Pria berinisial A, penjual es teh sekaligus eks napi teroris asal Tasikmalaya, Jawa Barat, tersulut emosi setelah cekcok dan berkelahi dengan sesama pedagang kaki lima sampai nekat meledakkan tas hitam isi bom rakitan di gerobak.

Pelaku mulanya terlibat saling ejek, berseteru, sampai berkelahi dengan pedagang lain di dekatnya yang berasal dari Garut, Jawa Barat.

Ledakan skala kecil di deretan gerobak pedagang membuat kehebohan warga di sekitarnya dan sempat mengira tabung gas meledak.

“Ledakan sedang enggak, kencang enggak, ledakan kecil lah dan tidak ada kerusakan. Dia bawa kantong bawa tas hitam. Jadi pas meledakkannya itu di seberang dekat rentetan gerobak. Ada pengunjung yang lewat pada berhenti dan dikira tabung gas meledak,” ucap Yuda, salah satu saksi mata sekaligus pedagang lainnya di Dadaha, Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2026).

Yuda mengatakan, pelaku dan pedagang asal Garut yang berselisih selama ini saling mengenal dan biasa bertegur sapa.

Namun, saat Sabtu (11/7/2026) malam, keduanya berselisih dan berkelahi sampai dilerai oleh rekan-rekan pedagang lainnya supaya tidak berkelanjutan.

Namun, tiba-tiba pelaku membawa sebuah tas hitam dan meledakkan bom rakitan di dekat pedagang asal Garut tersebut di samping rentetan gerobak dagangan.

“Saling mengenal, cekcok enggak tahu menahu apa yang diomongan sama mereka tidak paham, terlihat adu mulut. Ledakan di sana (dekat gerobak). Jadi orangnya lagi di situ, lagi ngobrol temannya lagi usai cekcok sama pelaku,” ujar dia.

Kejadian seperti ini, kata dia, baru kali pertama terjadi.

Padahal, keduanya selama ini selalu berkomunikasi layaknya antar-pedagang dan saling menawari kopi satu sama lainnya.

“Kalau dulu preman sama pedagang (berkelahi) berebut lapak. Kalau sekarang pedagang sama pedagang (berkelahi),” kata dia.

Kepala Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, AKBP Andi Purwanto menyatakan, pria eks napi teroris asal Tasikmalaya, sekaligus pedagang es teh berinisial A ditetapkan tersangka kasus peledakan di Kompleks Dadaha, Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2026).

“Kasus ledakan di Dadaha (Kota Tasikmalaya), kami bersama Polda Jabar telah menetapkan satu tersangka berinisial A (pedagang es teh). Motifnya sepele karena perselisihan kedua belah pihak. Saling ejek awalnya dan menyebabkan kejadian ledakan,” ucap Andi kepada wartawan di kantornya, Senin (13/7/2026).

Andi mengatakan, perbuatan pelaku sebatas terdorong emosi setelah berselisih dengan pedagang lainnya dan tidak ditemukan unsur terorisme. 

Fakta itu sesuai dengan hasil penyelidikan dan penyidikan sampai dilakukan gelar perkara oleh petugas gabungan Polres Tasikmalaya Kota dan Polda Jabar.

“Hasil penyidikan telah disepakati tim gabungan Polres Tasikmalaya Kota dan Polda Jabar dalam kasus ledakan di Dadaha, Tasikmalaya. Bahwa, pelaku peledakan adalah satu orang (penjual es teh sekaligus eks Napiter asal Tasikmalaya),” ucap Andi.

Sebelumnya, mantan Narapidana Teroris (Napiter) berinisial A, asal Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, nekat meledakkan gerobak dagangan saat emosi usai berkelahi sesama pedagang kaki lima di Dadaha, Tasikmalaya, Sabtu (11/7/2026) malam.

Pelaku langsung ditangkap petugas gabungan Brimob, Polda Jabar bersama petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota pada Minggu (12/7/2026) siang. Seperti.dikutip dari Tribun Tasikmalaya

Tim gabungan menemukan beberapa barang bukti yang dicurigai untuk aksi teror seperti alat-alat peledak dan buku bacaan akidah saat menggeledah rumah kontrakan pelaku di Kelurahan Cilembang.

Nurdin (54), salah satu warga menyebut pelaku selama ini memang dikenal sebagai mantan Napiter Jamaat Ansharut Daulah (JAD) yang masih dalam masa pembinaan.

Keseharian pelaku berdagang es teh kaki lima dengan gerobaknya yang mangkal di trotoar Komplek Dadaha, Kota Tasikmalaya.

( Sumber media online Tribun Tasikmalaya.)