Seniman Jadi Kepala Desa, di Salah Satu Desa Terpencil di Kecamatan Cigandamekar Kuningan

   ( Dedi Suardi, dari masih muda, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Indapatra, memang hoby mendalami dunia tarik suara, dari bermain musik, bernyanyi, tak aneh, bila di dalam rumahnya dijadikan studia dan banyak perlengkapan musik.)




7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, - Untuk menjadi pemimpin dalam suatu organisasi, kelompok, paguyuban, bahkan suatu wilayah itu memang susah-susah gampang, dan siapapun bisa, tanpa terkecuali. Namun hal itu harus diperlukan suatu keahlian sendiri, baik ahli dalam soal yang bersifat umum maupun strategi dalam menangani suatu permasalahan. 

Seperti halnya, Dedi Suardi, yang memang pada awalnya dirinya menekuni di dunia musik, dan memang hobynya bernyanyi serta memainkan beberapa alat musik, seperti gitar, gendang, organ dan beberapa alat musik lainnya. 

Namun siapa sangka di balik semua hobi yang dirinya geluti, ternyata tidak menjamin dirinya akan menjadi seorang seniman handal dan dikenal di negeri ini. Namun Dedi Suardi, malah dipercaya oleh warga Indapatra.untuk memimpin warga masyarakat desanya, di tanah kelahirannya, yang ada di Kecamatan Ciganda Mekar, Kabupaten Kuningan, dirinya kini menjabat sebagai Kepala Desa Indapatra. 

Dan ini profile serta sepak terjang serta hal lain, dari semua awal karier, hingga setelah menjabat sebagai Kepala Desa (Kades-red) Indapatra serta semua terobosan serta program-program desa yang dirinya sudah lakukan dan berbagai macam.penghargaan yang sudah desa dan dirinya raih, selama dirinya menjabat sebagai Kades hingga sampai saat ini.
( Bersama warganya, Dedi Suardi, lakukan kerja bakti di desanya sendiri.)


PROFIL LENGKAP KEPALA DESA INDEPATRA 
DATA UTAMA:
- Nama Lengkap: Dedi Suwardi

- Jabatan: Kepala Desa Indapatra, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan

- Mulai Menjabat: Periode berjalan, dipercaya warga memimpin desa yang tergolong terpencil

- Ciri Khas: Pemimpin yang merakyat, rendah hati, mengutamakan gotong royong, dan kreatif mencari jalan keluar meski anggaran terbatas.

🏆 PENGHARGAAN & PIAGAM YANG DITERIMA
Berdasarkan catatan resmi dan publikasi yang ada:
 
- Apresiasi Kinerja Pelayanan Desa Terbaik Tingkat Kecamatan – atas ketertiban administrasi dan kedekatan dengan warga.

- Penghargaan Keberhasilan Pengembangan Potensi Desa – atas keberhasilan mengubah setu/embung dan potensi alam jadi sumber ekonomi.

- Piagam Penghargaan Gerakan Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan – karena menjaga kerukunan dan keindahan desa.

- Penghargaan Mitra Pembangunan – atas kerja sama yang baik dengan instansi daerah dalam program pangan dan perikanan.
Penghargaan tingkat lebih tinggi masih terus diupayakan seiring perkembangan desa.

DEDI SUARDI ADALAH SENIMAM, SEBELUM DIRINYA MENJABAT SEBAGAI KEPALA DESA INDAPATRA.

Hobi Bermain Musik dan Bernyanyi, Memang Terlihat, Darah Seni Mengalir Dari Keluarga Pria Yang Akrab di Sapa Pak Dedi ini:
Saat ini dirinya selain dikenal luas sebagai Kades Indapatra, dirinya juga dikenal luas sosok yang cinta budaya dan seni tradisional.

🎭 SENI TRADISIONAL YANG DITEKUNI.
- Seni Rudat / Hadrah: Sejak muda sudah aktif menekuni, ikut berlatih, dan tampil dalam kelompok seni rebana. Hingga kini tetap menjadi pelindung dan pembina kelompok seni Rudat desa

- Qasidah & Seni Suara: Suka menyanyi lagu-lagu religius dan lagu daerah; sering mengisi acara peringatan hari besar keagamaan maupun acara desa.

- Budaya Sunda: Sangat mencintai seni budaya leluhur, mendukung penuh pelestarian kesenian lokal agar tidak punah.
- Kesenian Rakyat: Selalu mendukung dan memberi ruang bagi seniman lokal untuk tampil di setiap kegiatan desa.
 
( Dedi Suardi, saat memainkan musik organt, disalah satu acara musik.)


📝 KEGEMARAN LAINNYA.
- Menyanyi & Seni Suara: Hobi yang melekat sejak dulu, sering menjadi penyemangat warga lewat lantunan lagu.

- Berorganisasi Seni: Dulu aktif mengurus kelompok pemuda dan seni, sekarang menjadi pelindung yang memfasilitasi perkembangan bakat anak muda desa.​

- Melestarikan Budaya: Menganggap seni adalah identitas desa, sehingga setiap perayaan desa selalu disisipkan acara seni budaya.
- Karena latar belakang seni, beliau sangat mengutamakan kerukunan, irama, dan keindahan dalam menyatukan warga

- Mengembangkan potensi wisata setu juga tak lepas dari sentuhan seni: merencanakan tempat yang indah, nyaman, dan bernilai budaya.

- Seni bagi beliau bukan sekadar hiburan, melainkan alat pemersatu yang menjaga kedamaian dan jati diri warga Indapatra.
( Bersama keluarga tercintanya dalam moment acara keluarga.)


SAAT INI, DEDI SUARDI MENJABAT SEBAGAI SEORANG KEPALA DESA dan TEROBOSAN SERTA KEBERHASILAN UTAMA di KEPEMIMPINANYA:

1. Mengubah Potensi Alam Jadi Ekonomi

- Mengaktifkan kembali Setu Indapatra yang sempat terbengkalai, dikembangkan jadi tempat pemancingan, wisata sederhana, dan sumber pendapatan desa.

- Menggerakkan warga budidaya ikan: berhasil menebar 15.000 benih ikan nila ke puluhan kolam warga bersama Pemda, menambah penghasilan dan cadangan pangan.

2. Mengatasi Keterbatasan Anggaran.

- Meski anggaran dasar APBDes kecil, mampu meraih dan mengelola Dana Desa, ADD, serta menjalin kerja sama kemitraan sehingga pembangunan tetap berjalan

- Mengandalkan semangat gotong royong: perbaikan jalan, saluran air, dan fasilitas ibadah dikerjakan bersama warga agar hemat biaya tapi hasil maksimal

3. Tata Kelola dan Pelayanan.
- Memperbaiki sistem administrasi desa agar lebih rapi, transparan, dan mudah diakses warga.

- Mengaktifkan kembali BUMDes untuk mengelola aset dan pelayanan ekonomi warga.

- Menjaga kedamaian desa: setiap ada perbedaan selalu diselesaikan lewat musyawarah kekeluargaan.

4. Kepedulian Sosial.
- Rutin menyantuni anak yatim, lansia, janda tua, dan membantu warga yang sakit atau kurang mampu

- Sering menyisihkan bantuan pribadi untuk kebutuhan mendesak warga yang belum terjangkau anggaran.

" Dedi Suwardi membuktikan bahwa keterbatasan uang bukan penghalang untuk berbuat baik. Keberhasilannya lahir dari kerja keras, kreativitas, dan persatuan bersama warga. Desa Indapatra pun kini dikenal sebagai desa yang aman, damai, dan terus berusaha maju meski letaknya terpencil."

🏆 PIAGAM PENGHARGAAN DARI KEMENTERIAN.
Yang diterima Kepala Desa Indapatra Dedi Suwardi secara resmi adalah:
 
- Apresiasi/Penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.
- Biasanya diberikan dalam kategori:
1. Inovasi Pengelolaan Dana Desa.
2. Partisipasi Masyarakat Tinggi.
3. Pelestarian Budaya & Gotong Royong.

- Selain itu juga sering mendapat penghargaan tingkat Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan."
      ( Berfoto bersama warga yang Dedi Pimpin.)

TAMBAHAN ANGGARAN SEBESAR Rp 120.000.000.
 
Sumber utamanya adalah:
1. Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa.

2. Bisa juga berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD Kabupaten Kuningan.

3. Atau Bantuan Keuangan Tambahan dari Pemerintah Daerah atau hasil efisiensi dan pengalokasian ulang yang sah.

Penjelasannya:
- Anggaran dasar APBDes memang kecil, tapi Dana Desa adalah bantuan langsung dari Pemerintah Pusat yang khusus untuk desa.

- Besarnya bisa berubah tiap tahun tergantung luas wilayah, jumlah penduduk, dan indeks kesulitan desa.
"Rp 120.000.000 itu adalah tambahan/alokasi bagian yang masuk ke kas desa untuk pembangunan, pemberdayaan, dan bantuan sosial."


( Jhn/Ry/Redaksi 7detik.com)