Ormas LMPI, Bersama Warga Dari 2 Kecamatan Lebak Wangi - Maleber, Berencana Unjuk Rasa ke PT Wenang Palm Solusindo, Kuningan

 ( Truck Sejenis Tronton, pengangkut galon-galon yang berisi air dan bermuatan melebihi kapasitas yang melewati jalan kabupaten, di PT Wenang Palm Solusindo.)

( Galon galon aqua yang bermuatan luar biasa dan berkapasitas luar biasa di gudang resmi distributir aqua milik PT Wenang Palm Solusindo.)


7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWAB BARAT, LANGSEB - CINAGARA, - PT Wenang Palem Solusindo, ini adalah gudang/tempat penyimpanan galon beserta air kemasan, distributor resmi produk AQUA, yang lokasinya di perbatasan Desa Cinagara dan Langseb, Kecamatan Lebakwangi, menuju Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan. Dalam hal ini, banyaknya protes, serta aduan-aduan dari warga masyarakat dari 2 kecamatan yang terhubu g tersebut, ke pihak Perusahaan tersebut, selalu tidak di anggap bahkan di abaikan, dengan beberapa permasalahan, baik dari masalah polusi udara, limbah dari gudang, jalanan rusak karena dilalui oleh kendaraan besar sejenis truck tronton bermuatan yang melampaui kapasitas jalanan Kabupaten, dan beberapa hal lainnya.

Ada dugaan pelanggaran serta keluhan warga sangat nyata, dari tahun 2024 sampai dengan 2026, dan yang paling terasa adalah dugaan tentang prosedur lalu lintas terganggu bahkan hancurnya jalan paling terasa.

Karena kendaraan besar jenis Truck berat beban berlebihan, karena yang dillalui adalah jalan kabupaten, dan cuma kuat muat 5–8 ton, tapi sering lewat truk muat sampai 12–15 ton → jalan retak, berlubang dalam, bahoan amat sangat sering menyebabkan kecelakaan
Dari Informasi yang beredar yang dari bwberapa tahun ini yang 7detik.com dapatkan, aktifitas yang dilakukan oleh para para pegawai PT Wenang Palm Solusindo dalam beberapa tahun ini, tercatat masih  belum ada izin ANDALALIN, yaitu Dugaan belum punya kajian dampak lalu lintas sah, tidak ada batas jam lewat dan aturan muatan.

Dari masalah parkir sembarangan, lalu kendaraan besar sejenis Truk antre menutup bahu jalan/akses rumah warga, menambah kemacetan

"Sampai jalan rusak tapi tidak diperbaiki, bahkan mungkin atau jarang ada kontribusi perusahaan untuk perbaikan rutin. Dan soal izin lokasi dan lingkungan, sangat harus dipertanyakan, lalu zonasi juga diragukan, lalu apakah kawasan itu masuk kawasan pertanian dan resapan air?" Kata Zulkarnain, dan beberapa rekannya, warga dari Desa Langseb dab Buni Asih dari 2 kecamatan yang terpisah Lebakwangi dan Maleber, pada 7detik.com, siang tadi, Sabtu ( 11/06/26.)

Lebih lanjut, pria yang akrab di sapa Main ini, juga menambahkan.  Dan juga ada dugaan bangunan gudang tidak sepenuhnya sesuai fungsi lahan. Baik adanya dugaab dari masalah, izin lingkungan serta di duga juga belum lengkap keseluruhannya, karena wajib punya UKL-UPL/AMDAL, apakah mereka punya atau masih belum lengkap, dan jika ada apakah diperbarui ataukah tidak diperbarui.
Selain itu, dari limbah dan sampah, baik kemasan bekas, air cucian gudang kadang tidak tertata rapi, mengotori selokan. Paparnya.
"Dan di saatb musim kemarau seperti ini, debu-debu yang berterbangan, serta bising: Truk lalu lalang tiap hari, itu sangat bisingnya berlebihan, baik siang maupun .alam. Lihat saja debu tebal mengganggu kesehatan." Tandasnya. 

Terpisah, Hermawan bersama rekan-reka satu organisasi yang tetgabung di Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih Indonesia, (Ormas LMPI - red) Marcab Kab Kuningan, 

Pada beberapa awak media, saat ditemui di sekitar lokasi gudang diatributor milik Aqua tersebut, dengan tegas dia menuturk.

Dari masalah ketenaga kerjaan dan para warga sekitar juga berbicara pada kami soal masalah, "Jam kerjanya panjang, dan lembur kadang tidak jelas bayarnya, bahkan sangat arogan tidak ada saling sapa menyapa pada warga yang memang berdekatan dengan tempat mereka." Jelas pria yang akrab di Wawan, di dampingi 5 orang rekan-rekan organisasinya dari Kecamatan Lebak Wangi dan Maleber.

Bahkan ironisnya, di duga masalah, dengan belum semua terdaftar BPJS, serta kontrak kerjanya, kadang tidak jelas. Lalu masalah kontribusi ke warga lebih dan sangat luar biasa minim. Apalagi soal Dana bantuan/CSR ke desa sekitar sangat tidak terasa, bahkan di duga tidak transparan penggunaannya. Masih kata Wawan, menegaskan.

"Dan yang tidak habis pikir, pihak-pihak terkait yang menangani masalah ini, pada kemana ya? Lalu, Pak Camat Lebak Wangi, Camat Maleber beserta seluruh aparat dari 2 kecamatan ini, serta Kepala Desa dari 2 Desa Langseb dan Cinagara, mungkin tidak pernah melihat lokasi dan melewati jalanan ini. Jangan-jangan mereka punya sajadah terbang, hingga tidak pernah merasakan jalanan aspal disini." Ungkap Wawan, sambil tersenyum.

Untuk itu, kita dari Ormas LMPI Marcab Kuningan dan ratusan warga dari 2 Kecamatan lebak wangi - maleber, yang saling berhubungan melewati jalan ini, dalam waktu dekat akan lakukan gerakan turun kejalan.  Tambahnya.

Karena kami dan para warga sekitar, sudah muak dan lelah berkali-kali berkoordinasi untuk permasalahan tersebut, kepihak management PT Wenang Palm Solusindo, selalu di abaikan/tidak dianggap. 

"Kami berharap, pihak Dishub, Pihak DPUTR, dan yang terkait, Para Camat, dan Kades, juga pemilik dengan pengelolanya, bertanggung jawab akan semua permasalahan ini. Dan dalam waktu dekat ini, kita akan layangkan pemberitahuan untuk kami semua lakukan demonstrasi ke PT Wenang Palm Solusindo, untuk segera di tutup, karena belum jelas  menempuh prosedur yang ada."  Tandasnya.


( Jhn/Ry/Redaksi 7detik
com)