Kawal Disdikbud Kuningan, Awasi Adanya Oknum Jual Beli Proyek Revitalisasi Sekolah

  ( Revitalisasi gedung sekolah, di mana para generasi penerus bangsa ini, seharusnya kita berikan rasa nyaman, aman untuk mereka semua meraih masa depan yang lebih baik lagi, untuk meneruskan perbaikan-perbaikan yang lebih baik lagi untuk negeri dan bangsa ini.)



7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, DESA TIMBANG CIGANDA MEKAR
Tidak tanggung - tanggung Pemerintah Pusat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen-red) dan Kementerian ini bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. 

Pada tahun 2026 ini, lakukan Revitalisasi atau perbaikan sarana dan prasarana gedung sekolah sebanyak 71 ribu, dan anggaran dana revitalisasi tersebut di ambil dari Anggaran Perbelanjaan Negara (APBN-red), tujuan tersebut untuk memberikan rasa nyaman, aman dan kemudahan bagi para tenaga pendidik, serta generasi penerus bangsa ini untuk mengenyam pendidikan dengan sebagaimana mestinya.

Pasalnya di kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pada saat ini,  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dipecah menjadi beberapa kementerian baru, salah satunya adalah, Kemendikdasmen. Dan kementerian ini difokuskan secara khusus untuk mengelola dan memajukan jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. 

Dan dengan adanya revitalisasi yang di buat di era Pemerintahan Presiden Prabowo, di sambut gembira oleh semua pihak, semua gedung sekolah yang ada di negeri baik di pelosok sekalipun yang memang sudah sebagaimana mestinya harus di perbaiki, menerima program tersebut, tak terkecuali Gedung-gedung Sekolah SMPN, SDN, Paud dan MTSN, yang ada di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, tanpa terkecuali yang ada di pelosok desa terpencil sekalipun.

Lalu apa sih tujuan program dari revitalisasi tersebut? Dan apa sih arti revitalisasi itu?
: Revitalisasi artinya menghidupkan kembali, memperbaiki secara menyeluruh, dan meningkatkan kualitas bangunan serta fasilitas sekolah yang sudah rusak, usang, atau belum layak pakai. 

"Bukan sekadar cat tembok, tapi perbaikan menyeluruh: atap, lantai, dinding, jendela, sanitasi, ruang belajar, hingga kelengkapan sarana pendukung." Senin pagi, ( 20/07/2026.)

TUJUAN UTAMANYA:
1. Agar bangunan aman, nyaman, dan layak dipakai untuk proses belajar mengajar.
2. Meningkatkan kualitas pendidikan dan semangat belajar siswa serta guru.
3. Memperpanjang umur bangunan sekolah agar tidak cepat rusak lagi.
4. Memberikan fasilitas yang setara dan adil bagi semua anak di Kuningan.

DAN ANGGARAN DANANYA ITU BERASAL DARI APBN, YANG DI GELONTORKAN DALAM 2 TAHAPAN.

📅 Bulan Pencairan Anggarannya:

- Tahap pertama: Mulai turun dan dicairkan pada bulan Maret – April 2026.

- Tahap lanjutan: Sebagian besar cair pada bulan Juni – Juli 2026.
- Sumber anggarannya berasal dari APBN, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBD Kabupaten Kuningan, serta bantuan khusus dari Kementerian Pendidikan.

DAN DISDIKBUD KUNINGAN MENJADI PENANGGUNG JAWAB UTAMA REVITALISASI INI:

- Merencanakan, memverifikasi kelayakan sekolah, mengawasi proses lelang/pelaksanaan, hingga memeriksa hasil pekerjaan.
- Bidang yang menangani:
Bidang SD
Bidang SMP
Bidang PAUD & Pendidikan Non-Formal
Bagian Perencanaan & Keuangan.

(Catatan: Istilah "QPA" yaNG kemungkinan adalah singkatan internal atau salah sebut, yang resmi adalah Bidang-bidang tersebut di atas yang menangani secara teknis dan administrasi).

"Untuk MTsN, pelaksanaan tetap berkoordinasi erat dengan Kemenag Kuningan, namun Disdikbud tetap berperan dalam sinkronisasi data dan pembinaan umum."

  ( Tahapan awal cair bulan April dan Tahapan akhir bulan Juli awal.)

 
💰  UNTUK SEMUA JUMLAH TOTAL ANGGARAN,  DI TURUNKAN SECARA BERTAHAP, BULAN MARET - APRIL SUDAH TEREALISASIKAN. JUNI - JULI 2026, BARU SAAT INI TERELEALISASIKAN.

Secara keseluruhan yang sudah disalurkan dan direncanakan tahun 2026: 
- PAUD Negeri, Desa, Swasta: Kurang lebih Rp 12 Miliar untuk ratusan Paud.
- SDN: Lebih dari Rp 48 Miliar untuk ratusan unit sekolah.
- SMPN: Sekitar Rp 32 Miliar.
- MTsN & pendidikan setara: Sekitar Rp 9 Miliar.
- TOTAL KESELURUHAN: Diperkirakan mencapai Rp 90 Miliar lebih.
- Digunakan untuk rehab berat/ringan, penggantian atap, lantai, dinding, pintu-jendela, sanitasi, ruang kelas baru, dan perbaikan fasilitas belajar.

Dalam hal tersebut, sangat begitu besar amanah yang pihak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan para Kepala Bidang Kuningan, dan oleh karena itu, semakin besar amanah yang mereka emban, maka semakin besar pula ujian demi ujian yang akan menyerang bahkan menimpah mereka. Ya, manusia uang sudah menjelma seperti tikus, dengan beragam jenis juga warnanya akan mendatangi mereka dengan berpenampilan dan etika selayaknya manusia yang beradab. 

"Karena oknum tidak akan pernah mau mengerti apa itu namanya menjaga, mengerti, mematuhi bahkan nasib generasi penerus bangsa ini. Dalam pemikiran mereka para oknum, perut pribadi dan keluarga serta kemewahan, bahkan kesenangan itu lebih penting, dari pada Mendengar dan menjalankan perintah Allah, cuma kemiskinan yang dia dapati."

:CATATAN PENTING.

- Penyaluran dilakukan bertahap sesuai prioritas kerusakan dan kelengkapan administrasi.
- Disdikbud berkomitmen memastikan anggaran tepat sasaran, kualitas bangunan sesuai standar, dan bebas dari penyimpangan.

Akan bersambung di sesi kedua, selengkapnya, mana saja sekolah yang menerima, baik jumlah serta lokasi serta jumlah yang pwr 1 sekolah dapatkan. 

( Team Redaksi 7detik.com)