Desa Indapatra, DesaTerpencil di Kecamatan Cigandamekar, Yang Memanfaatkan Potensi Alam Jadi Ekonomi

   ( Dedi Suwardi, Kepala Desa Indapatra, Kecamatan Cigandamekar, saat ngobrol dengan beberapa awak.media dan 7detik.com di balai desa, di dampingi salah satu aparat desanya.)



7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, INDAPATRA,- - Desa terpencil yang ada di Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan Jawa Barat,  dan warga setempatnya memang mayoritas petani dan pembudidaya ikan. Namun hal tersebut, bukanlah suatu masalah yang membuat warga desa serta para perangkat desa indapatra berkecil hati, namun menjadi suatu hal yang pada akhirnya membuktikan, walau hanya desa kecil, namun bisa menjadi suatu kehidupan tersendiri.
Desa Indapatra, yang saat ini, di pimpin oleh seorang Kepala Desa,  bernama Dedi.Suwardi, yang akrab di sapa Pak Dedi ini. Memang untuk anggaran dasar APBDes kecil, namun berhasil  hal tersebut pada akhirnya bisa menggalang dana tambahan dari Dana Desa, ADD, dan kerjasama kemitraan sehingga perekonomian, pembangunan desa, bisa bergerak lebih maksimal.
Kades Indapatra, yang akrab disapa Pak Dedi , dan para perangkat desanya, memang terlihat begitu konsisten mengandalkan sistem saling gotong royong, serta saling berupaya untuk mendorong perekonomian, serta pembangunan desa dengan bermodalkan potensi alam desa.

"Meskipun anggaran awal terbatas, banyak hal nyata yang berhasil kami di sini, dengan warga desa di sini dan perangkat desa, dikit demi sedikit bergotong royong, untuk bisa mewujudkan segala potemsi yang ada di desa ini, agar bisa menjadi perekomian serta pendapatan yang sebagaimana mestinya. Salah satu yaitu, pengembangan potensi wisata, dengan bermitra, dan untuk sementara ini, kami hanya menyewakan setu tersebut sebesar 6 juta rupiah pertahun, dan saat ini pengelolaan Setu/Embung Indapatra jadi tempat wisata pemancingan, gazebo, serta ada beberapa warung-warung kecil, dulu setu terbengkalai, namun kini punya nilai ekonomi tersendiri." Kata Dedi, menceritakan tentang setu tersebut, Jum'at sore kemarin ( 17/07/26).
( Dan semua memang berproses, dan tidak ada hal instan untuk masalah perekonomian dan pemerataan pembangunan desa indapatra.)


Selain itu juga pemberdayaan ekonomi, bersama piham pemda menebar untuk hal, benih ikan memang sudah di bicarakan, hal tersebut untuk, masalah cadangan pangan dan penghasilan tambahan. Masih kata Dedi, menambahkan.
Saat ini, kami juga sedang fokus untuk hal pembangunan, agar bisa merata, baik dalam soal perbaikan jalan lingkungan, saluran irigasi, fasilitas ibadah dan olahraga, yaitudengan mengandalkan gotong royong supaya hemat biaya tapi hasil terasa. Jelasnya. 
" Dan untuk kegiatan sosial dan budaya, hal itu memang sudah kami kami lakukan, baik untuk memberikan santunan pada anak-anak yatim/janda tua. Serta adakan kegiatana festival kesenian lokal, bila ada kegiatan acara tahunan ataj saat di moment tertentu. Selain itu juga kita bersama-sama kadang menggelar kegiatan kerja bakti dan bahu-membahu saling menjaga kerukunan warga." Papar Dedi, menceritakan.
Dan untuk perihal pengelolaan tambahan. Selain APBDes yang begitu kecil, hanya 12juta pertahun, desa juga mendapat Dana Desa dan ADD yang dikelola untuk menutupi kebutuhan pembangunan.
 
" Bilamana ada isu soal keuangan/BUMDes, itu hal yang kami anggap wajar, sebab menurut kami, semua itu memang dinamika kehidupan. Dan hal yang biasa dalam kehidupan bermasyarakat, tapi capaian nyata yang dirasakan warga adalah bukti kerja keras kami di sini semua dan warga yang saling bahu-membahu, dan suatu memang kami anggap hal yang wajar." Tandasnya.


( Jhn/Ry/Redaksi 7detik.com)