( Harga Satu Mangkok Sop Daging Sapi, 35ribu, hanya berisi 4 potongan daging yang melekat di tulang iga berukuran 2 ruas jari org dewasa, bercampur beberapa potongan kecil lemak sapi.)
7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, - Kedai Mutiara, berdiri di lahan yang menampilkan nuansa alam pertanian terhampar luas, tepat di pinggir Jalan yang ramai lalu lalang kendaraan tepatnya di jalan baru lingkar timur cilaja, Desa Cilaja, Kecamatan Kramat Mulya, Kabupaten Kuningan.
Kedai Mutiara yang memang terlihat asri, dengan pesona pemandangan alam pertanian serta perkebunan, usaha kuliner yang dijalankan oleh pihak pemilik kedai tersebut, memang menyanjung suasana alam, dengan beragam menu makanan, minuman ringan, bahkan rokok, serta bebas untuk karaokean di alam terbuka, bernyanyi, berdendang bersama sambil menunggu datangnya makanan dan minuman yang dipesan para konsumen atau pengunjung di kedai tersebut.
( Pinggiran jalan baru lingkar timur cilaja kuningan, dan tampak bangunan lokasi wisata kuliner Ldeai Mutiara.)
Suasana Usaha Kuliner Kedai Mutiara, sangat asri, dan penuh rimbun pepohonan serta lebih dari 5 saung/gazebo untuk para pengunjung yang datang ke kedai tersebut. Dengan memiliki kurang lebih 4 karyawan/ti, namun dari pihak owner Kedai Mutiara, apakah sudah detail/jelas menguji kualitas rasa makanan yang dijualnya, bahkan apakah kualitas pelayanan dan kejujuran berhitung harga makanan yang ada di nota tagihan bayar makanan yang di tulis dengan tangan oleh karyawannya?
"Untuk tempat dan rasa bebas serta kenyamanan, disini memang terbilang baik, namun yang menjadi persoalannya adalah, harga makanannya, seperti sop iga sapi, 1 mangkuk, cuma isi beberapa potong cincangan daging sapi, dan sedikit daging yang menempel di tulang iga, dan itu juga hanya sepotong ukuran setengah 2 ruas jari orang dewasa ya lumayan rasanya, sajiannya hangat kuku. Namun ini ada tapinya, harganya tidak masuk akal, satu mangkuk di bandrol harga 35ribu rupiah, dan tidak pakai nasi. Jika pakai nasi ya, harga naik lagi, satu porsi kecil nasi putihnya di bandrol seharga 7ribu rupiah, namun kualitas beras yang dipakai, beras berkualitas biasa." Kata, Nandi Rukya, di dampingi beberapa teman-temannya, di lokasi kedai Mutiara usai menyantap makanan, namun kaget harga jualnya yang tertulis di atas nota tagihan, sangat jelas dengan tulisan tangan, Senin sore (16/06/24.)
( Nota tagihan bayar makanan milik kedai Mutiara. )
Secara pribadi, bahkan beberapa teman-temannya saya, kaget melihat harga tagihan makanan yang kita pesan di tulis di bon pembayaran itu, semua total harga yang harus kami bayarkan ada sejumlah, satu juta dua puluh satu ribu rupiah. Dan itu dua bon tagihan, bon pertama tertera sebesar Rp 895000, dan di bon kedua, tertera harga Rp 126000. Masih kata Nandi, dengan di iyakan oleh rekan-rekannya.
Yang kami tidak habis pikir harga yang di bandrol di menu makanan serta minuman ringan yang dijualnya semua familiar, bahkan sangat umum, yang bisa saling merekom sesama pelaku usaha kuliner. Terang Nandi, dengan sedikit mimik wajah seriusnya.
"Bayangkan harga satu gelas es jeruk, yang biasa di jual secara umum di luaran, di bandrol harga 12ribu rupiah, es kelapa 10ribu rupiah, nasi putih ukuran mangkuk kecil sekoteng 7ribu rupiah, sop iga sapi tanpa nasi, 34ribu rupiah, 2 porsi mendoan tempe, 44ribu rupiah, harga yang semuanya tidak diberitahu sebelumnya pada kami, karena kami percaya, karena suasana kedai yang memang damai, namun pelayanan dalam soal memberi harga pada umumnya, masya Allah, diluar dugaan, harga mahal gila, namun rasa kuliner yang disajikan rasa biasa saja, dan kami kapok, bilamana mampir dan makan lagi di situ, khawatir ada oknum pelayan yang tembak harga, milik usaha owner jelek, dan berakibat akan berkurang pembeli. Dan harapan kami, semoga pihak owner bisa memengubah sistem harganya, hingga kami bisa datang kembali kesana menjadi konsumen langganan di kedai Mutiara." Tandasnya.
( Jhn/Redaksi 7detik.com