( Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria.)
7DETIKDOTCOM, KEBUDAYAAN INDONESIA, - Saat ini (per Mei 2026), Kerajaan Sumedang Larang sudah tidak berbentuk kerajaan yang berdaulat, melainkan berfungsi sebagai lembaga adat/kebudayaan yang berpusat di Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.Berikut adalah poin penting mengenai raja/pimpinan Sumedang Larang saat ini. Pimpinan Keraton/Keturunan Raja:
Posisi pimpinan Keraton Sumedang Larang dipegang oleh keturunan dari para raja sebelumnya. Pada Mei 2026, tercatat Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria selaku Raja Keraton Sumedang Larang. Rabu (13/05/26.)
Fungsi Keraton:
Keraton kini berfungsi sebagai penjaga sejarah, merawat peninggalan seperti Mahkota Binokasih di Museum Prabu Geusan Ulun, serta pusat kebudayaan Sunda.Sejarah Akhir Kerajaan:
Sebagai kerajaan berdaulat, Sumedang Larang berakhir pada tahun 1620, setelah itu menjadi bagian dari wilayah Mataram dan kemudian menjadi kabupaten di bawah administrasi Belanda.
Terkenal: Raja Sumedang Larang yang paling masyhur dalam sejarah adalah Prabu Geusan Ulun (Pangeran Angkawijaya) yang memerintah pada 1578-1601.Keraton Sumedang Larang saat ini tetap berdiri kokoh dan aktif dalam kegiatan pelestarian
(Dikutip dari beberapa sumber/Ry/Redaksi 7detik.com)