Dedi Mulyadi Bongkar Mimpi Besar Padjajaran Anyar

( Gubernur KDM, Bongkar Mimpi Padjajaran Anyar, Cirebon disebut miniatur Indonesia.) 



7DETIKDOTCOM, JAWA BARAT, KABUPATEN CIREBON, - Di depan para sultan dan ribuan warga, Dedi Mulyadi akhirnya membongkar alasan dirinya terus menghidupkan narasi Pajajaran hingga membuatnya berkali-kali diserang.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kota Cirebon bukan hanya menjadi pesta budaya biasa. Acara tersebut berubah menjadi panggung besar bagi Dedi Mulyadi untuk menyampaikan mimpi membangun kembali peradaban Jawa Barat berbasis budaya, sejarah, dan pluralisme. Selasa (12/05/26.)

Dalam pidatonya, Dedi menegaskan bahwa Pajajaran bukanlah dongeng atau cerita fiksi seperti yang selama ini dianggap sebagian orang. Menurutnya, jejak peradaban Sunda masih nyata dan hidup sampai sekarang melalui keraton, gapura bersejarah, hingga keturunan kerajaan yang masih ada.

Pernyataan itu disampaikan Dedi dengan penuh emosi. Ia bahkan mengaku sudah memperjuangkan konsep “Pajajaran Anyar” sejak dirinya masih menjabat Wakil Bupati Purwakarta pada 2003 silam. Namun perjuangan tersebut tidak berjalan mudah.

Dedi mengungkap dirinya pernah mendapat banyak tekanan dan tudingan karena dianggap membawa masyarakat kembali ke masa lalu. Meski begitu, ia tetap percaya bahwa budaya harus menjadi fondasi pembangunan di Jawa Barat.

“Pembangunan itu harus menghidupkan, bukan mematikan,” kata Dedi disambut sorakan warga.

Di tengah pidatonya, Dedi juga secara khusus memuji Kota Cirebon. Ia menyebut Cirebon sebagai miniatur pluralisme Indonesia karena mampu menjaga harmoni budaya dan agama selama bertahun-tahun.

Menurutnya, nilai keterbukaan masyarakat Cirebon lahir dari ajaran Sunan Gunung Jati yang mengedepankan toleransi dan penghormatan terhadap budaya lokal. Karena itu, Dedi berjanji akan menata kawasan budaya dan keraton di Cirebon agar menjadi pusat peradaban baru di Jawa Barat.

Ia bahkan membocorkan rencana pembangunan kawasan “Pelataran Caruban” yang akan ditata lebih bersih, tertib, dan terhubung dengan kawasan sungai hingga laut. Dedi berharap kawasan keraton di Cirebon nantinya bisa menjadi destinasi budaya kelas dunia sekaligus simbol kebangkitan Tatar Sunda modern.

(Nd/Ry/Redaksi 7detik.com)