( Papan Catur dan Bidaknya, Yang Memamg Mutu Standar Nasional.)
7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT,- Kata-kata dan Visi Bupati Dian Rachmat Yanuar.
Tagline utamanya memang "KUNINGAN MELESAT" yang artinya Maju, Empowering, Lestari, Sejahtera, Agamis, dan Tangguh.
Untuk bidang olahraga catur, beliau sering menyampaikan hal-hal seperti ini:
"Catur itu olahraga yang melatih kecermatan, kesabaran, ketelitian, dan perencanaan. Setiap langkah harus dipikirkan matang, sama seperti kita mengambil keputusan dalam kehidupan."
"Saya ingin olahraga catur di Kuningan benar-benar melesat. Harus lahir atlet-atlet handal yang bisa berprestasi sampai tingkat nasional bahkan internasional."
"Olahraga ini sangat bagus untuk membentuk karakter generasi muda, supaya mereka terbiasa berpikir strategis dan bijaksana."
Arah Instruksi ke Disporapar
Bupati Dian memang sudah memberikan arahan jelas kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, yaitu:
1. Memfasilitasi Sarana & Prasarana
Beliau memerintahkan agar disiapkan peralatan catur yang memenuhi standar nasional sesuai aturan PERCASI, supaya atlet-atlet Kuningan bisa berlatih dan bertanding dengan peralatan yang layak dan resmi.
2. Pengadaan Papan Catur
Sudah terealisasi lho! Pada acara FORWADES Cup 2026 lalu, Bupati Dian secara resmi memberikan bantuan sebanyak 50 set papan catur melalui Disporapar untuk disalurkan ke sekolah-sekolah dan komunitas catur di Kuningan. Papan-papan ini dibuat sesuai ukuran standar nasional yang dipakai untuk turnamen resmi.
3. Mendorong Turnamen & Pembibitan
Disporapar juga disuruh aktif mengadakan atau mendukung kegiatan turnamen catur, seperti Turnamen Catur Non Master Melesat dan event lainnya, supaya bibit-bibit baru terus muncul dan terasah kemampuannya.
Jadi intinya:
✅ Visi: Kuningan Melesat, termasuk prestasi caturnya
✅ Instruksi: Sediakan alat standar nasional & galakkan kegiatan
✅ Bukti: Sudah dibelikan dan diserahkan 50 set papan catur resmi.
Pada kutipan yang di phosthing di media sosial Facebook milik pria yang akrab di sapa Aa Boyo, yang saat ini nenjabat sebagai Kepala Bidang Olahraga, di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar-red) Kab Kuningan, yang ditulis dengan huruf kapital dan berbunyi.
"MENDUKUNG PROGRAM BAPAK BUPATI LEWAT JALUR OLAHRAGA...PAPAN CATUR IMPORT MADE IN CHINA KAPALANG MELESAT KAPALANG EDAN KAPALANG JUARA." Ungkap Dia, dalam posthingan tersebut, seperti.di kutip oleh 7detikdotcom, karena media sosial tersebut bersifat publik, Jumat (17/04/26.)
( 50 Set Papan Catur dan Bidaknya, yang kesemuanya di beli made in China. Dan tidak tercantum nominal angka/harga berapa rupiah per 1 set papan catur yang katanya standar nasional tersebut.)
Namun hal itu sangat di sayangkan, pasalnya, di wilayah Kabupaten Kuningan, atau di jJawa Barat sendiri banyak sekali para pengrajin catur yang dan banyak sekali yang kesemuanya standar Nasional, bahkan mutu serta kualitas kayu dan jaminan sangat di perhitungkan, kenapa tidak bangga dengan buatan dari negeri sendiri, kenapa harus membeli buatan negeri lain. "Lalu Ada Apa Dengan Cinta?"
Patut kita ketahui bersama:
Pusat pembuatan catur yang paling terkenal ada di:
- Jawa Timur: Blitar, Pasuruan, Surabaya. Di Blitar bahkan ada desa yang penduduknya banyak yang jadi pengrajin catur, ada yang sudah berpuluh-puluh tahun pengalamannya, sambil tetap bertani lho! 🪵🌾
- Jawa Tengah & DIY: Boyolali, Yogyakarta.
- Jawa Barat: Bandung dan sekitarnya.
Banyak dari mereka ini adalah pengrajin rumahan atau UMKM yang ada di pelosok desa, tapi keahliannya sudah diakui.
Standar nasional catur di Indonesia itu ditentukan oleh PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia). Ukurannya sudah pasti, misalnya:
- Tinggi raja biasanya sekitar 8,5 cm - 9,5 cm
- Ukuran kotak papan catur biasanya 5 cm x 5 cm atau 5,5 cm x 5,5 cm
- Bidak harus seimbang, ada pemberatnya supaya tidak mudah jatuh.
Pengrajin-pengrajin di daerah sudah paham betul ukuran-ukuran ini. Mereka membuat berbagai tipe catur standar nasional, seperti:
- Tipe Singosari
- Tipe Mataram
- Tipe Sriwijaya
- Tipe Blambangan
- Dan lain-lain.
Semua itu sudah sesuai standar PERCASI, jadi bisa dipakai untuk latihan maupun turnamen resmi.
Kualitasnya bagaimana?
Meskipun dibuat di desa atau daerah terpencil, kualitasnya tidak main-main. Mereka menggunakan kayu-kayu lokal yang bagus seperti kayu mentaos, mahoni, atau jati, diukir dengan teliti, dan difinishing agar awet dan indah dipandang.
Dan saat di konfirmasi via telepon selular Ke Bupati Dian, terkait hal ini, nomor telpon wartawan 7detikdotcom sudah terblokir, entah Pak Bupati Dian yang memblokirnya ataukah, nomor telpon para wartawan yang ada di Kuningan, harus di di koreksi isinya serta kriteria tulisan pemberitaannya dari wartawan, apakah ini citra rasa ataukah kritis citra rasa, entahlah. Dan saat kembali ajudannya di hubungi tidak terjawab panggilannya. Pasalnya, menemui Bupati Dian, itu tidaklah mudah, tidak seperti masih baru menjabat beberapa 2/4 bulan di masa kepemimpinannya, dan saat putaran roda kepemimpinannya sudah genap satu tahun lebih beberapa bulan.
( Redaksi.)