Tank-Tank Milik Suriah, Mulai Bergerak Lebarkan Sayapnya.)
7DETIKDOTCOM, DUNIA DALAM BERITA, -
Presiden suria mulai melebarkan sayapnya.
Secara resmi pada hari ini kamis 16 April, Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Suriah telah berada di bawah kendali penuh negara. Pernyataan ini menandai berakhirnya kehadiran militer AS setelah bertahun-tahun beroperasi di sejumlah titik strategis.
Penarikan tersebut terjadi setelah perubahan besar di lapangan, termasuk berakhirnya struktur militer yang sebelumnya menjadi mitra utama Amerika di wilayah timur laut. Dengan kondisi itu, tidak lagi terdapat dasar operasional bagi pasukan AS untuk tetap berada di Suriah.
Salah satu momen terakhir penarikan terlihat di pangkalan Qasrak, pedesaan Al-Hasakah, ketika pasukan Amerika membakar sisa peralatan militer sebelum meninggalkan lokasi. Pangkalan tersebut kemudian diambil alih oleh Divisi ke-60 Angkatan Darat Suriah, sekaligus menjadi fasilitas terakhir yang dikosongkan.
Dalam keterangannya, pemerintah Suriah juga menyatakan telah mengambil alih seluruh titik yang sebelumnya digunakan oleh pasukan AS, termasuk pangkalan Al-Tanf, Al-Shaddadi, Rmelan, dan Qasrak yang ditinggalkan dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir.
Selain itu, Damaskus menegaskan bahwa negara kini menguasai penuh seluruh jalur perbatasan darat, laut, dan udara. Pengelolaan perlintasan strategis, termasuk Semalka di perbatasan dengan Kurdistan Irak, telah dimasukkan ke dalam sistem otoritas pelabuhan dan bea cukai nasional.
Pemerintah menyebut langkah ini sebagai pemulihan kedaulatan penuh atas wilayah dan sistem keamanan negara. Dengan tidak adanya lagi pangkalan militer Amerika maupun koalisi internasional, Suriah kini menempatkan dirinya sebagai salah satu negara di Timur Tengah yang sepenuhnya bebas dari kehadiran militer AS.
(Dikutip dari berbagai sumber, team 7detikdotcom--Abu Darda/Redaksi.)