Soal Kualitas Bahan? Sim Salabim 17 Hari Jadilah Tugu Angklung dan Di Resmikan, Biaya Murah Hanya Kurang Lebih 200 jutaan, Pasti Pemborongnya Sangat Berkualitas

   ( Bupati Kuningan, Bersama Forkompimda dan Direktur Bank BPR Kuningan, Rabu Pagi, Resmikan Tugu Angklung di Jalan Baru Cigugur - Cisantana.)



7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, - Seperti proses di bangunnya Masjid yang ada di dalam lingkungan Pendopo Kuningan (Eks - Gedung Pemkab Lama.) yang berlokasi di jalan raya Siliwangi, semua biaya dari donatur bukan berasal dari anggaran dana Pemerintah, biaya murah dan proses pengerjaan cepat.

Rabu pagi tadi, Tugu Angklung yang berdiri tepat di pertigaan jalan baru cigugur - cisantana, di resmikan oleh Bupati Kuningan, yang memang anggaran dananya ini diberikan oleh pihak Bank BPR Kuningan, dari dana CSR.

Memang dan sangat luar biasa, karena proses pembangunan singkat, memakan waktu hanya 17 hari kerja, dengan anggaran jauh lebih murah dari tugu-tugu lainnya yang sudah terbangun, dan dengan biaya murni berasal dari sponsor, Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kuningan.

Dan itu pun, tanpa sedikit pun mencomot APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), sesuai rencana, akhirnya monumen ikonik Tugu Angklung diresmikan oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.

Saat meresmikan tugu simbol salah satu kekayaan tradisi yang mampu mengangkat citra Kuningan hingga level dunia, dan terletak di gerbang sentra pariwisata Palutungan.

Rabu pagi tadi, (18/3/2026), Bupati Dian mengungkapkan, bahwa peresmian Tugu Angklung bukan sekadar pembangunan simbol fisik, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang dan perjuangan para tokoh budaya dalam mengembangkan angklung sebagai warisan budaya bangsa.

“Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Tugu Angklung ini menjadi penegasan bahwa daerah kita memiliki peran penting sebagai tanah lahirnya angklung diatonis yang telah mendunia,” ungkapnya.

Angklung saat ini, kata Dian, tidak lagi hanya dipandang sebagai alat musik tradisional, melainkan telah berkembang menjadi media komunikasi budaya yang bersifat universal, mampu menjangkau berbagai kalangan dan lintas negara.

Lalu, Bupati Dian yang merupakan pemilik impian berdirinya Tugu Angklung tersebut mengulas tokoh inovator Kuwu Citangtu atau lebih dikenal dengan panggilan Pak Kucit, bersama muridnya Daeng Sutigna yang berjasa mengembangkan angklung dari tangga nada pentatonis menjadi diatonis, di mana kreativitas ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan angklung hingga dapat diterima luas di dunia internasional.

“Dan catatan kalimat Dari Kuningan Menyapa Dunia yang terukir pada prasasti bukanlah sekadar slogan, melainkan refleksi dari kontribusi nyata Kuningan dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia global."  Papar Bupati Dian.

Lebih lanjut Bupati Dian juga menjelaskan, selain memiliki nilai seni dan budaya, angklung juga memiliki nilai historis yang turut menjadi bagian dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam momentum penting seperti Perundingan Linggarjati, yang memperlihatkan peran budaya dalam memperkuat identitas nasional di tengah dinamika diplomasi.

Peresmian Tugu Angklung ini menjadi simbol penguatan nilai-nilai toleransi yang telah lama tumbuh di wilayah Cigugur, yang dikenal sebagai daerah terjaganya keberagaman budaya dan keharmonisan sosial.Masih kata Dian.

Melalui peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap Tugu Angklung dapat menjadi ikon baru daerah, sekaligus sarana edukasi dan destinasi budaya yang mampu menarik minat masyarakat luas serta memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya lokal.

“Ke depan, keberadaan Tugu Angklung diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi penggerak dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya, khususnya angklung, agar tetap lestari dan terus berkembang di tengah arus globalisasi." Tutup Bupati.

Prosesi peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta tampilan kreasi seni budaya ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Forkopimda, para camat, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), pimpinan BUMD, serta berbagai unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya.

(Ry/Redaksi.)