( Wahyu Hidayah. Kadiskatan Kab Kuningan.)
7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT,- Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ( Diskatan - red ) Kabupaten Kuningan, tanpa lelah terus memperkuat hilirisasi pertanian dengan menjadikan jagung pakan sebagai komoditas utama pendukung industri peternakan lokal. Teroboson atau upaya ini dinilai krusial demi menjaga stok bahan baku pakan ternak tetap aman sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadiskatan) Kab Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, terjun langsung, ikut serta lakukan panen jagung di lahan BUMDes Nanjung Holtikultura, Desa Geresik, pada beberapa waktu lalu, Sabtu (27/2/2026). Menilik data tahun 2025, luas panen jagung di Kuningan sudah mencapai 3.039 hektare dengan total produksi menembus angka yang luar biasa, sebanyak 17.556 ton.
Wahyu juga mengatakan, bahwa pihak Diskatan juga menekankan bahwa, jagung adalah jantung, bagi ekosistem pangan.
"Terutama sebagai bahan utama pakan unggas dan ternak besar. Kalau stok jagungnya stabil, industri peternakan kita kuat dan otomatis harga daging atau telur di pasar jadi lebih terkendali." Terangnya, Selasa ( 03/03/26.)
Lebih lanjut, Wahyu juga menambahkan, Kadiskatan ingin pengembangan jagung di tingkat desa ini menjadi bagian dari strategi besar yang menyatukan sektor tanaman pangan dan peternakan dalam satu sistem.
"Dan Targetnya jelas, serta bisa membangun kemandirian pangan, di mana jagung dikelola oleh para petani desa, diolah jadi pakan, dan ujungnya tersedia protein hewani yang terjangkau bagi warga. Keberhasilan di Desa Geresik ini juga menjadi bukti nyata bagaimana BUMDes bisa berperan aktif mengelola potensi desa jika digarap dengan serius." Tandasnya.
Sementara, Kepala Desa Geresik, Farman pria yang akrab disapa Ipong ini, dirinya juga mengakui bahwa pendampingan teknis dari hulu ke hilir sangat memengaruhi mentalitas dan semangat para petaninya.
"Pendampingan, bisa membuat para petani lebih percaya diri dan lebih serius lakukan penggarapannya . Selain produktivitas naik, serta peluang usaha baru berbasis desa juga mulai terbuka secara nyata dan berjalan dengan sebagaimana mestinya." Tutupnya.
(Jhn/Ro003.)