Proses pembangunan tugu yang terletak di gerbang sentra pariwisata Palutungan, atau tepatnya di pertigaan Jalan Baru Cipari-Cisantana, Kecamatan Cigugur ini tidak mempergunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi dukungan penuh dari sponsor, Bank Kuningan.
“Saya kemarin sudah ketemu dengan Menteri Kebudayaan RI, pak Fadli Zon, saya cerita banyak tentang angklung. Beliau akan datang setelah lebaran, dan mewujudkan impian saya, dimana saya ingin mempunyai Museum Angklung." Kata Bupati Dian, pada beberapa awak media, Jumat (13/03/26.)
Lebih labjut Dian, juga menambahkan. Sekarang, Pak Dodo, Direktur Bank Kuningan langsung memberikan dukungan dengan membangun Tugu Angklung, yang peresmiannya Insya Allah akan dilakukan pada Rabu mendatang, sebelum lebaran Idul Fitri.
Bupati Dian juga menjelaskan, hadirnya Tugu Angklung tersebut menguatkan tentang Kuningan sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Jawa Barat. Sehingga sengaja diletakan tepat di pertigaan jalan sentra pariwisata Palutungan, yang kelak menjadi pertigaan Bundaran Tugu Angklung. Masih kata Dian.
"Disamping itu, angklung sendiri mempunyai sejarah yang kuat dengan Kuningan, dimana di Kuningan-lah perubahan angklung dari nada pentatonis ke diatonis, melalui Kuwu/Kepala Desa Citangtu Pak Kucit (Alsatari) berkolaborasi dengan Pak Daeng Sutigna." Paparnya.
Di Kuningan inilah, Angklung sekarang ke pentas internasional dengan nada yang tadi telah disesuaikan.
"Untuk itu kami perlu kiranya disini membikin Tugu Angklung, supaya masyarakat, khususnya generasi muda tidak tercabut dari akar budaya tradisi Angklung yang begitu kuat di Kuningan." Tandasnya.
Sementara, Direktur Bank Kuningan H. Dodo Warda, S.E, M.M, juga mengatakan, bahwa Bank Kuningan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk bisa bermanfaat dan berkontribusi. Dan pelaksanaan pembangunan Tugu Kuningan merupakan bentuk kepedulian pihaknya pada kearifan budaya lokal.
“Ini merupakan wujud sinergi kami dengan Pemerintah Daerah Kuningan. Kami merasa terpanggil untuk mengangkat kearifan budaya lokal. Semoga semua ini berdampak kepada nilai-nilai budaya, sekaligus pada akhirnya tujuan kami untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat." Ungkap Dodo.
Pelaksanaan pembangunan maha karya, dengan penataan apik, serta tak hanya sebuah bangunan yang menjadi ciri, namun demikian estetik. Masih kata Dodo.
"Sehingga layak dijadikan sebagai lokasi ngevlog, atau Photo booth ini tampaknya melibatkan juga konseptor atau desainer Dading Fajarudin, S.Si, M.A.P (Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata), dibantu sang perancang tugu gerbang Kuningan Islamic Center dan tugu-tugu ikonik lainya di Kuningan." Tutupnya.
( Ry/Jhn/Redaksi.)