Raya Berencana Duduki Disdikbud Kuningan, Untuk Ungkap Oknum Kuasa Hukum LKS

       ( Raya, Seniman dan aktivis sosial.)



7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, - Terkait masalah peredaran atau penjualanan Lembaran Kerja Siswa ( LKS - Red) di beberapa sekolah- sekolah berbuntut panjang. Pasalnya peredaran buku LKS tersebut di duga ilegal, bahkan buku-buku tersebut tidak jelas asal-usulnya serta di duga buku-buku bajakan yang banyak merugikan orang tua siswa. 

Dalam hal tersebut, lelaki berambut gondrong yang akrab di sapa Raya, yang juga seorang seniman yang juga aktivis sosial tersebut, berencana akan lakukan unjuk rasa selama 3 hari berturut-turut, pada 7detikdotcom, dirinya mengatakan.

"Insya Allah saya akan berencana turun ke jalan kita akan menduduki rencana kita akan menduduki kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan serta dalam hal tersebut Raya akan lakukan ritual teater puisi, serta akan dirikan tenda di depan kantor Disdikbud, selama 3 hari, untuk menginap serta lakukan rutinitas sehari-harinya, baik masak nasi, serta kegiatan harian di depan Dinas Pendidikan." Terangnya, Senin siang tadi ( 09/02/26.)

Lebih jauh Raya juga menambahkan. Hal itu, dilakukan untuk membuka lagi tabir siapa oknum dibalik peredaran LKS tersebut. Dan Raya juga berharap, pihak Disdikbud, jisa menghadirkan Bupati, Kepala PGRI, serta Kepala Sekolah SD, yang sekolahnya viral terkait ditemukannya buku LKS di warung depan sekolahnya, saat Bupati lakukan sidak. 

Pasalnya peredaran LKS tersebut merugikan banyak orang tua siswa dan para siswa. Oleh karena itu dirinya akan bertindak tegas untuk adukan hal ini ke pihak APH untuk segera memenjarakan oknum yang mengaku-ngaku sebagai kuasa hukum Disdik tersebut, karena menjual buku bajakan secara ilegal di sekolah-sekolah. Paparnya. 

Dan ini tidak akan tanggung-tanggung Raya, akan lakukan demonstrasi tersebut dengan cara mogok makan selama 3 hari ataupun lebih,dan semua itu tergantung dari sikap pihak Disdik dan kepala sekolah tersebut untuk jujur siapa oknum dibalik yang mengaku-ngaku sebagai kuasa hukum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Masih kata Raya. 

"Saya yakin, Kapolres Kuningan saat ini, sangat tegas dan tidak pandang bulu, dalam soal menindak orang, yang memang sengaja lakukan tindakan melanggar hukum di wilayah hukum di Kuningan, yang dia pimpin." Tandasnya. 

( Jn003 )