( Foto Illustrasi )
( Gambar Obat-obatan keras berplat G.)
7DETIKDOTCOM, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT, - Selain melanggar undang-undang dan pasal kesehatan peredaran obat-obatan keras yang dilakukan oleh para oknum yang dijual bebas secara ilegal itu dapat merusak generasi muda bangsa ini, khususnya generasi muda di wilayah kabupaten Kuningan Jawa Barat.
Fenomena peredaran obat-obatan keras yang dilakukan secara ilegal itu kerap dilakukan di wilayah Kuningan Timur dan oleh sebab itu pihak dari Polres Kuningan terus melakukan kegiatan menangkap peredaran obat-obatan keras secara ilegal, yang oknum lalukan secara sembunyi-sembunyi.
Pagi tadi warga yang ada di Kecamatan Ciawi dibuat geger, dengan adanya beberapa orang oknum yang mengaku-ngaku Sebagai wartawan yang melakukan penggerebekan terhadap beberapa orang anak pemuda yang mengedarkan obat keras secara ilegal dengan cara sembunyi-sembunyi. Anehnya penggerebekan itu dilakukan oleh para oknum dengan tidak adanya dampingan dari pihak Kepolisian, yang oknum lakukan itu aneh, dengan cara merampas obat-obatan keras tersebut dan merampas uang hasil dari peredaran obat-obatan keras tersebut.
Ironisnya dari hasil penggerebekan dan rampasan tersebut para oknum yang mengaku wartawan itu tidak melakukan koordinasi pada pihak warga setempat serta aparat kepolisian dan bahkan tidak ada laporan ada dengan penggerebekan itu lalu hasil rampasan obat-obatan keras tersebut dan uang dari hasil penjualan tersebut lari ke mana dan siapakah oknum orang-orang tersebut yang mengaku sebagai wartawan.
Seperti dikatakan Pak dikatakan Rohim pada 7 detik dengan didampingi berapa rekan-rekannya dan warga warga yang ada di lokasi sekitar di Kecamatan Ciawi.
Saya menyayangkan kalau memang ada penggerebekan kita bantu akan tetapi oknum-oknum itu yang mengaku dirinya Sebagai wartawan sekira ada berapa orang kurang lebih 4 orang ya mereka melakukan penggerebekan terhadap beberapa pemuda dan ada beberapa pemuda yang lari kocar-kacir serta dari beberapa wartawan tersebut ada diduga membawa borgol obat itu kurang lebih ribuan ribuan butir obat dari berbagai macam merk serta merampas hasil uang peredaran tersebut dan hal tersebut membuat gaduh warga sekitar.
"Yang jadi pertanyaan kenapa pihak aparat hukum tidak mengetahui dan Tidak diberitahu serta hasil dari rampasan-rampasan tersebut tidak diserahkan ke pihak Kepolisian bahkan diduga hasil rampasan obat keras tersebut dan uang tersebut di bawah begitu saja dan kami pun merasa curiga ada apa ini?" ungkap Rohim, Sabtu 15 /02/26.
Rohim juga menambahkan peredaran obat keras di Kuningan ini memang sangat luar biasa akan tetapi Jikalau memang ingin memerangi, khususnya di Kecamatan Ciawi Gebang. Ayo kita perangi dan kita lawan peredaran obat-obatan keras yang dijual secara ilegal tersebut.
Ayo kita bersihkan Kuningan ini dari peredaran obat-obatan keras tersebut biar tidak ada tebang pilih atau oknum yang sengaja mendatangi mereka untuk mendapat jatah preman.
Selain itu Rohim juga sangat menyayangkan karena diduga dan disinyalir sebelum adanya penggerebekan yang dilakukan oleh para oknum wartawan tersebut pada hari Jumat kemarin.
Diduga para oknum-oknum wartawan tersebut mendatangi lokasi kejadian ini dan Mereka bertanya di mana bosnya dan anak-anak muda tersebut mengatakan bahwa bosnya sedang tidak berada di tempat atau di rumahnya.
Bosnya sedang berada di luar kota dan mereka para oknum-oknum yang mengaku dirinya sebagai Sebagai wartawan berbicara bilang sama bosnya pengen ketemu lalu mereka pergi begitu saja terang Rohim, yang perkataannya di benarkan, oleh rekan-rekan dan warga sekitar sambil tersenyum.
"Dan kami mencurigai jangan-jangan ada persaingan bisnis atau Memang Ada dugaan pemerasan atau catat preman yang ingin diminta oleh para oknum oknum tersebut yang mengaku dirinya wartawan karena mungkin belum dapat setoran atau jatah preman dari bosnya itu. Hingga terjadilah pada hari ini Sabtu mereka para oknum-oknum tersebut melakukan penggerebekan karena tidak bisa bertemu dengan bos pemilik obatan keras tersebut." Tandasnya.
Dari pantauan 7detikcom, bersama beberapa wartawan dari beberapa media lainnya, di lokasi kejadian, dari beberapa warga setempat, bahwa dari beberapa jumlah para oknum yang mengaku wartawan tersebut, juga melakukan tindakan kekerasan.
Bahkan ironisnya dari para oknum twrsebut, ada seseorang perempuan paruh baya, yang memakai kacamata, ikut serta lakukan pengerebegan, serta di duga main fiaik dengan mencekik salah seorang konsumen/pembeli obat jeras tersebut.
Ironisnya, adanya kasus kejadian ini, tanpa di sadari mencoreng nama baik beberapa instansi, selain nama baik "Para awak media/wartawan, citra wartawan, serta aparat hukum dari Polres Kuningan, bahkan para pamong desa setempat di mana lokasi tersebut di jadikan sentral ajang bisnis jual beli obat keras secara ilegal."
Lalu, pihak Kepolisian dari Polsek Ciawi, Kecamatan Ciawi, tidak mengetahui akan adanya kejadian tersebut.
"Sungguh lucu, dan perlu kita ketahui bersama, ribuan butir obat keras dari berbagai macam merek tersebut, serta uang hasil dari rampasan tersebut, tidak diaerahkan ke pihak yang berwajib, dan malah di bawa pergi hingga saat ini oleh para oknum yang mengaku sebagai wartawan tersebut."
(Jhn009/Red )