( Medan menjadi lautan obor, menyambut malam tanggal 1 Hijriyah.)
7DETIKDOTCOM, KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA, - Ribuan umat Islam Kota Medan antusias mengikuti kegiatan Pawai Obor di Kota Medan pada Sabtu, 14 Februari 2016.
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara tersebut sukses menyedot animo masyarakat, khususnya Gen Z, dalam menyambut puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Dengan Masjid Raya Al Maksum yang merupakan ikon Kota Medan sebagai titik kumpul, konvoi pawai obor melewati rute jalan-jalan arteri Kota Medan seperti Jl. Brigjend Katamso, Jl. Pemuda, Jl. Palang Merah, Jl. MT. Haryono.
Jl. Cirebon, Jl. Sisingamangaraja, lalu kembali ke Masjid Raya Al Maksum.
Dalam keterangan persnya, Taufik Ismail selaku penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini termotivasi dari semangat silaturahmi kaum muslimin yang ada di Sumatera Utara, khususnya yang ada di Kota Medan.
“Pawai obor ini adalah wujud kegembiraan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan alhamdulillah ada lebih dari 90 elemen ormas Islam yang akan membersamai kita dalam penyelenggaraan pawai obor tahun ini,” ungkapnya.
Sepanjang perjalanan konvoi, kegiatan pawai obor juga diisi penyampaian pesan-pesan moral dari ustadz-ustadz lokal Kota Medan seperti Ustadz Indra Suheri, Ustadz Rony Syamsuri, Ustadz Pujakesuma Lubis, dan Ustadz Abu Azam.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Rony Syamsuri mengajak kaum muslimin untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai titik perubahan pribadi muslim ke arah yang lebih baik lagi.
“Umat Islam hari ini seperti kehilangan jati dirinya, jauh dari akhlaqul karimah, jauh dari adab-adab yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Padahal dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih, perkara akhlak sering disandingkan dengan aqidah sehingga generasi awal Islam dapat dikenali hanya dengan melihat akhlaknya saja,” himbaunya penuh semangat.
Sementara Ustadz Indra Suheri menghimbau masyarakat Kota Medan, khususnya umat Islam, untuk mengisi Ramadhan dengan hal-hal yang positif serta menjauhi hal-hal yang merusak seperti judi, narkoba, dan penyakit masyarakat lainnya. Kemarin Senin (16/02/26.)
“Mari kita sama-sama kawal dan jaga kesucian bulan Ramadhan. Tak perlu ikut-ikutan asmara subuh (sebutan untuk ngabuburit di Medan - red) jika pada akhirnya justru mengotori kesucian bulan Ramadhan,” nasihat Ustadz Indra pada kaum muslimin Kota Medan.
Meski sempat diguyur hujan, namun semangat kaum muslimin untuk mengikuti pawai obor sampai akhir tidak melemah.
Bahkan dalam ceramahnya, Ustadz Pujakesuma Lubis mendoakan agar Allah menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, khususnya di Kota Medan, agar tidak tercerai-berai karena guyuran hujan.
“Ya Allah, jadikan hujan ini sebagai penguat langkah kaki serta pengusir gangguan syaithon sebagaimana yang telah Engkau firmankan dalam Al-Qur’an.
Ya Allah, jagalah persatuan ini, kuatkanlah tali persaudaraan kaum muslimin, khususnya di kota kami yang tercinta yaitu Kota Medan,” pinta Ustadz Pujakesuma Lubis.
Sebelumnya, Wali Kota Medan, Rico Waas, dalam berbagai platform media sosial menghimbau agar masyarakat Kota Medan turut hadir guna menyukseskan acara tahunan pawai obor menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
Karenanya, dalam orasi penutupan kegiatan, Ustadz Indra Suheri mewakili panitia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh Pemko Medan serta aparat keamanan TNI/Polri dalam menyukseskan kegiatan Pawai Obor Ramadhan 1447 H.
( Ar.003 )