Air Susu Dibalas Air Tuba: Pegawai Baru Bawa Kabur Becak Motor dan Peralatan Bengkel

 ( Terduga pelaku yang membawa kabur peralatan bengkel, yang saat ini masih di buru piham Kepolisian Kota Medan.)


7DETIKDOTCOM, KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA,- Benar apa kata peribahasa air susu dibalas air tuba dirasa tepat menggambarkan peristiwa yang dialami seorang pemilik bengkel di wilayah Sunggal, Medan.

 Setelah sejumlah peralatan kerja dan satu unit becak motor miliknya dilaporkan hilang.

Seorang pria berinisial F.A, warga Bireuen, Aceh, yang sebelumnya datang memohon pekerjaan dengan alasan kesulitan ekonomi dan mengaku sebagai anak yatim piatu dari keluarga terdampak banjir di Aceh beberapa waktu silam diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Ia diketahui baru bekerja kurang dari dua minggu sebelum menghilang.

Menurut keterangan saksi, pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB terlihat seseorang membawa becak motor dan beberapa barang keluar dari area bengkel. Keesokan paginya, sekitar pukul 08.00 WIB, pemilik bengkel datang dan mendapati pintu bengkel terkunci dari luar.

Setelah diperiksa, sejumlah peralatan berharga termasuk becak motor telah raib.

Korban, Tengku Hamzah Alfansuri (45), mengalami kerugian diperkirakan lebih dari Rp10 juta. Barang yang hilang antara lain:
1 unit becak motor Suzuki Smash tahun 2013 BK 4132
Mesin las
Bor listrik
Bor baterai
1 tabung gas
Pipa AC sekitar 7 meter
2 unit tang amper.

Padahal korban menyatakan telah berupaya membantu terduga sebelumnya, termasuk memberi ongkos dan memfasilitasi transportasi menuju bengkel.

" Tega kali anak itu, kami dah bantu banyak, ngaku anak yatim piatu keluarganya juga korban bencana alam,minta ongkos kita kasih, kita pesankanpun grab biar sampe bengkel, belum 2 minggu kerja dah dibawanya semua peralatan berharga kami,"ujar dia. Kemarin Senin (16/02/26.)

Setelah 1×24 jam, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal. Petugas segera merespons dengan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menyebut identitas terduga telah dikantongi dan saat ini dalam proses pengejaran.

“Setelah penyidikan selesai, kami akan melakukan pengejaran dan berharap yang bersangkutan segera dapat diamankan,” Kata seorang petugas kepolisian di lokasi kejadian.

Masyarakat di himbau untuk tetap waspada dan segera melapor. Baik kepada aparat desa atau kepolisian apabila mengetahui informasi terkait keberadaan terduga,guna mencegah adanya korban lain. Tutupnya.

( Ar009 )