Satgaswil Densus 88 Sumut Gelar Workshop Agriculture dan Greenpreneur bagi Eks Napiter

( Langkah Awal Para Eks Napiter Usaha Perkebunan Di Sumatera Utara. )


7DETIKDOTCOM, SUMATERA UTARA, - Satuan Tugas ( Satgas - red) Wilayah Densus 88 Antiteror Sumatera Utara yang dipimpin oleh Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H. bekerja sama dengan PT Alam Jaya, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, serta PT Sultan Aren, menggelar Workshop Agriculture dan Greenpreneur sebagai langkah awal memulai usaha perkebunan bagi eks narapidana terorisme (eks napiter) Sumatera Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program deradikalisasi yang bertujuan membekali para ikhwan eks napiter dengan keterampilan ekonomi produktif melalui sektor pertanian dan perkebunan.
Dalam workshop tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan manajemen secara menyeluruh, mulai dari perencanaan pembukaan lahan hingga pengelolaan lahan, baik untuk tanaman hortikultura maupun tanaman pangan lainnya.

Tidak hanya memberikan edukasi teori, Densus 88 bersama PT Alam Jaya juga menyediakan lahan seluas 30 hektare untuk dikelola langsung oleh para eks napiter Sumatera Utara. Selain itu, diberikan pula dukungan moril selama proses pengelolaan lahan berlangsung.

Tokoh senior eks napiter Sumatera Utara, Ustadz Toni Togar, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Berkah Eks Napiter Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Densus 88 bersama PT Alam Jaya dan dinas terkait.

"Mereka (ikhwan eks napiter) ini pada umumnya adalah para ustadz yang terbiasa membahas kitab-kitab dan hadis. Melalui kegiatan ini, kami ingin agar mereka memiliki wawasan yang lebih luas serta dapat menghayati ciptaan Allah secara langsung, bahwa Allah adalah Sang Pencipta Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kami juga berharap dukungan dari dinas-dinas terkait terhadap pengelolaan lahan seluas 30 hektare ini benar-benar dapat terealisasi,” ujarnya. Kemarin Kamis (15/01/26.)

Sejalan dengan hal tersebut, Riswan Rudianto, selaku Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Medan Krio, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendampingi kegiatan para ikhwan eks napiter Sumatera Utara. Ia berharap pengelolaan lahan tersebut ke depan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan, sekaligus membuat para peserta semakin cinta Indonesia.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh pemberdayaan eks napiter berbasis ekonomi produktif yang berkelanjutan.

(Tengku Arief Fadillah)